Latest Posts


Potasium adalah salah satu jenis mineral penting yang dibutuhkan tubuh selain kalsium, magnesium, fosfor, sodium, kloride, dan sulfur. Potasium seringkali dikesampingkan dan diabaikan oleh banyak orang. Kebanyakan orang lebih berfokus pada memenuhi vitamin dan nutrisi tubuh, namun sering abai terhadap mineral. Padahal potasium mengandung banyak manfaat untuk tubuh.

Potasium diketahui bisa menurunkan risiko kematian hingga 20 persen akibat berbagai sebab. Selain itu, potasium juga mencegah stroke, tekanan darah, dan menurunkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal, Health Me Up (23/12).

Fungsi terpenting dari potasium adalah untuk membentuk dan menggerakkan otot, memperbaiki kinerja ginjal untuk menyaring darah, mengatur aktivitas elektrik dari jantung, mengontrol jumlah cairan tubuh, dan menjaga fungsi sel tubuh agar tetap normal.

Potasium memang tak bisa menyembuhkan penyakit, namun konsumsi potasium dalam jumlah yang banyak bisa melindungi jantung dari banyak penyakit. Potasium membantu mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, potasium juga membantu menjaga retak jantung tetap stabil.

Ada banyak makanan yang mengandung potasium seperti kentang, tomat, pisang, jeruk, stroberi, alpukat, bayam, buncis, dan kacang polong, serta buah kering. Makanan lainnya yang juga kaya potasium adalah produk susu, gandum utuh, daging, dan ikan.

Untuk orang dewasa rekomendasi potasium harian adalah 4.700 miligram. Setelah mengetahui manfaat besar potasium untuk tubuh jangan lagi mengabaikan mineral ini dan penuhi kebutuhan potasium Anda mulai saat ini.

Sumber : Merdeka.com


Kurangnya waktu untuk berolahraga seringkali menjadi kambing hitam bagi banyak orang yang tak berolahraga atau sibuk ketika kebugaran mereka menurun. Padahal olahraga juga bisa dilakukan dengan waktu yang singkat dan tak perlu terlalu banyak menyita waktu.

Dalam usaha untuk membantu banyak orang lebih sering berolahraga dengan waktu singkat, peneliti melakukan pengamatan mengenai berapa banyak waktu olahraga yang sebenarnya dibutuhkan oleh seseorang agar tetap sehat.

Hasil yang mereka temukan sangat menarik. Pasalnya, peneliti menemukan bahwa melakukan olahraga sebanyak 10 menit tiga kali seminggu saja sudah cukup untuk membuat seseorang tetap bugar. Martin Gabala, profesor dari McMaster University dan koleganya melakukan penelitian terhadap 14 partisipan yang mengalami obesitas selama enam minggu.

Meski mengalami kelebihan berat badan, namun partisipan diketahui tetap sehat. Tiga kali seminggu partisipan diminta untuk menggunakan sepeda statis dengan interval tertentu. selama dua menit mereka melakukan pemanasan, 20 detik melakukan kayuhan cepat, dua menit kemudian kayuhan pelan dan santai, 20 detik kayuhan cepat, dua menit kayuhan santai, 20 detik kayuhan cepat, dan tiga menit pendinginan.

Olahraga tersebut dilakukan 10 menit tiga hari seminggu. Meski terlihat mudah dan singkat, namun peneliti menemukan bahwa olahraga harian ini bisa meningkatkan kesehatan partisipan secara signifikan, seperti dilansir oleh Daily Health Post (23/12).

Ketahanan mereka meningkat hingga 12 persen dan tekanan darah mereka semakin terkontrol. Tak hanya itu, pria dalam penelitian ini juga menunjukkan tingkat gula darah yang lebih stabil. Namun hal tersebut tak berlaku untuk wanita.

"Perbedaan efek pada pria dan wanita dalam penelitian ini cukup signifikan. Kami masih perlu melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui sebabnya," ungkap Gabala.

Barangkali ini adalah salah satu interval olahraga paling singkat dan mudah, namun juga efektif untuk dilakukan demi menjaga kebugaran tubuh. Menurut Gabala, kurang dari waktu tersebut, olahraga tak akan efektif untuk menjaga kesehatan tubuh.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera berolahraga dengan rutin dalam waktu tersebut. Tak ada lagi alasan untuk malas berolahraga karena tak ada waktu.

Sumber : Merdeka.com


Kayu manis dikenal sebagai salah satu jenis rempah yang bisa digunakan dalam masakan atau kue. Namun selain itu, ternyata kayu manis juga diketahui bisa menurunkan tekanan darah pada pasien diabetes. Kayu manis yang dikombinasikan dengan magnesium, diet yang sehat, dan perubahan gaya hidup bisa menurunkan dan mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dan diabetes.

Berdasarkan data dari 22 percobaan dengan suplemen magnesium diketahui bahwa mineral ini juga bisa menurunkan tekanan darah, berdasarkan laporan peneliti dari University Gertfordshire dalam European Journal of Clinical Nutrition.

Meski tak digabungkan dengan suplemen magnesium, kayu manis juga ampuh untuk menurunkan tekanan darah. Sejak lama kayu manis telah digunakan pada pengobatan untuk mengatasi pusing saat menstruasi atau bahkan diabetes. Kayu manis menjadi salah satu tanaman yang mengandung antioksidan tertinggi yang bisa memberikan banyak manfaat kesehatan, tak hanya pada pasien diabetes atau hipertensi, tetapi untuk semuanya.

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Nutrition, penggunaan kayu manis tanpa disertai dengan diet sehat dan perubahan gaya hidup diketahui bisa menurunkan tekanan darah hingga 5,39 dan 2,6 mmHg, seperti dilansir oleh Daily Health Post (22/12).

Dosis kayu manis yang digunakan dalam penelitian adalah 500 mg hingga 2,4 gram per hari. Hasilnya menunjukkan bahwa kayu manis memang ampuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan bermanfaat untuk faktor lain yang berkaitan dengan diabetes dan tekanan darah tinggi seperti sindrom metabolisme, sensitivitas insulin, risiko peradangan, dan berat badan.

Meski begitu peneliti menjelaskan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui lebih jelas kaitan antara kayu manis dengan tekanan darah pada pasien diabetes.

Sumber : Merdeka.com


Semua orang tahu bahwa diet dan olahraga penting untuk menurunkan berat badan. Namun tanpa disadari oleh banyak orang, ada beberapa kebiasaan yang bisa menghalangi mereka untuk menurunkan berat badan. Tanpa disadari, kebiasaan sepele tersebut ternyata justru membuat mereka cepat gemuk!

Apa saja kebiasaan yang bisa menggagalkan diet dan justru membuat berat badan naik? Ini dia daftarnya, seperti dilansir oleh Health Site (05/11).

1. Menghilangkan semua jenis lemak

Ya, tak sedikit orang yang sedang menurunkan berat badan menganggap lemak sebagai musuh yang wajib dihindari, apapun bentuknya. Padahal tubuh juga membutuhkan lemak untuk memproduksi energi. Selain itu, tak semua lemak buruk untuk tubuh. Lemak tak jenuh seperti yang ada dalam kacang tanah, minyak zaitun, dan biji-bijian justru bisa membantu membakar kalori. Sebenarnya bukan lemak yang harus diwaspadai, melainkan beberapa zat lain seperti gula, zat kimia, dan bahan pengawet.

2. Makan buah sepanjang hari

Buah memang kaya akan nutrisi, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang menyehatkan tubuh. Namun makan buah terus-menerus justru bisa merusak rencana diet Anda. Hanya makan buah tanpa mengonsumsi makanan lainnya hanya akan membuat Anda kekurangan nutrisi. Tubuh Anda membutuhkan nutrisi lengkap untuk bisa berfungsi dengan baik, dan semua nutrisi itu tak bisa didapatkan hanya dengan makan buah. Selain itu, buah juga mengandung gula yang tak baik jika dikonsumsi terlalu berlebihan.

3. Kurang tidur

Kurang tidur juga bisa membuat Anda gagal menurunkan berat badan. Kurang tidur adalah salah satu faktor yang membuat orang terus merasa lapar dan memilih makanan yang manis-manis serta penuh kalori. Jika ingin menurunkan berat badan penuhi kebutuhan tidur Anda.

4. Kurang minum

Tak hanya kurang tidur, kurang minum juga bisa membuat Anda gagal diet. air memberikan manfaat kesehatan pada seluruh bagian tubuh mulai dari kulit, tulang, hingga kesehatan pencernaan. Kurang minum akan membuat tubuh merasa lemas dan seringkali diartikan sebagai rasa lapar. Ini bisa membuat Anda gagal menurunkan berat badan.

5. Tak mencari saran nutrisi dan kesehatan yang benar

Ini adalah kebiasaan yang dilakukan banyak orang saat ingin menurunkan berat badan. Mereka malas mencari saran nutrisi dan kesehatan dari ahlinya ketika memutuskan untuk berdiet. Diet yang salah tak hanya akan membuat Anda cepat gemuk tetapi juga bisa berbahaya untuk kesehatan. Karena itu, jangan asal melakukan diet. Cari dulu saran dari ahli, termasuk bagaimana tetap memenuhi nutrisi tubuh selama berdiet.

Itulah beberapa kebiasaan yang bisa membuat seseorang cepat gemuk ketika berdiet. Jika Anda sering melakukan beberapa di antaranya sebaiknya segera hentikan sekarang.

Sumber: Merdeka.com


Kuku yang masuk ke dalam atau yang populer di Indonesia disebut dengan kuku cantengan merupakan salah satu gangguan kuku yang sering muncul. Kondisi ini sangat menyakitkan sebab kuku yang tumbuh ke dalam akan sangatlah nyeri, bengkak, dan tak jarang juga berdarah. Jika tidak diobati maka bisa meninggalkan nanah yang bisa menimbulkan infeksi lebih lanjut.

Berikut adalah perawatan rumahan yang paling sederhana untuk mengobati kuku cantengan seperti dilansir dari healthmeup.com.

Merendam kaki

Merendam kaki dengan ari garam selama 20 menit mampu membantu melembutkan daerah kuku cantengan. Sedangkan merendam kaki di hidrogen peroksida dapat membantu mengurangi rasa sakit dan infeksi.

Cuka apel

Cuka apel juga bisa Anda manfaatkan untuk dimasukkan ke dalam air rendaman kaki. Bahan alami di dalamnya mampu mengurangi nyeri infeksi.

Balsem

Dinginnya balsem diyakini dapat menyembuhkan kuku yang tumbuh ke dalam serta mengurangi nyeri.

Sabun antibakteri

Merendam kaki dalam sabun antibakteri mampu menghilangkan bakteri penyebab nanah di kuku cantengan. Setelah kaki Anda kering, oleskan pula salep antibakteri di atasnya.

Lemon

Lemon juga mampu mengobati kuku yang cantengan. Caranya adalah ikat irisan tipis lemon di kuku cantengan dengan perban dan biarkan semalam. Sifat asam dari lemon membantu dalam menyembuhkan infeksi.

Ada begitu banyak penyebab dari kuku cantengan seperti infeksi, diabetes, pemakaian sepatu hak tinggi, memotong kuku terlalu pendek, serta tidak memotong kuku dalam waktu yang lama. Sehingga jika Anda mengalami cantengan, maka coba cara alami di atas untuk menyembuhkannya.

Sumber: Merdeka.com


Potong kuku menjadi kebiasaan yang pasti akan dilakukan semua orang, Terutama ketika kuku yang dimiliki terlalu panjang. Namun tahukah Anda bahwa ternyata di balik kebiasaan yang sederhana ini tersimpan beberapa manfaat kesehatan yang penting?

Dilansir dari boldsky.com, inilah manfaat utama potong kuku untuk kesehatan yang wajib untuk Anda ketahui.

Menghindari kuku tumbuh ke dalam

Kuku tumbuh ke dalam atau yang sering disebut dengan onychocryptosis bisa terjadi ketika Anda tidak memotong kuku Anda secara teratur. Sebab ketika kuku Anda terlalu besar maka akan cenderung untuk menembus kulit yang bisa menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan infeksi.

Mengurangi infeksi bakteri

Jika Anda sering menggunakan alas kaki tertutup, maka kuku Anda cenderung tidak bisa bernapas dan bisa menyebabkan munculnya bakteri. Jadi, cobalah untuk memotong kuku Anda secara teratur untuk meminimalkan infeksi.

Menjaga kebersihan kuku

Kuku teratur akan memberikan kesan penampilan yang bersih. Selain itu kuku yang dipotong juga mampu menyingkirkan bakteri bernama Tinea. Bakteri ini dapat menyebabkan kutu air, ruam merah di kuku, dan mampu membuat kuku menjadi berwarna kuning. Sehingga potonglah kuku Anda secara teratur untuk menyingkirkan bakteri ini.

Menghindari cedera karena kuku panjang

Terkadang ketika kuku Anda terlalu panjang maka akan timbul cedera seperti tercakar atau cedera saat kuku Anda membentur benda keras. Hal ini bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan tanda berwarna gelap di dalam kuku. Sehingga untuk menghindarinya sebaiknya potong kuku Anda.

Walaupun dibilang sepele, ternyata memotong kuku mampu memberikan manfaat besar untuk kesehatan tubuh Anda seperti contoh di atas. Oleh karena itu jangan lupakan kebiasaan kecil ini.

Sumber: Merdeka.com